Thursday, 11 August 2016

Kebersamaan Bermasyarakat Dalam Lingkungan

Indahnya Kebersamaan
Kebersamaan dalam relasi sosial adalah sesuatu yang indah. Kebersamaan akan menata kehidupan menjadi lebih baik. Kehidupan yang dipenuhi dengan nuansa dan romansa persaudaraan akan terasa lebih familiar dan nyaman. Hubungan baik di antara satu pihak dengan pihak lain dalam kawasan persaudaraan tersebut bisa berjalan seiring meski tak harus digiring.
Nilai kebersamaan tidak bisa ditukar dengan apapun. Kebersamaan ini lahir dari kesadaran pribadi dan menjalar kepada kesadaran kolektif. Semua orang memiliki hak dan porsi yang sama dalam menata karakter kebersamaan.
Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk kepada sesuatu yang indah di mana manusia mengekspresikan perasaan indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat. Keindahan dapat terdapat pada semua elemen seperti keindahan alam, Keindahan Seni Visual, Suara ataupun Keindahan Manusia. Unsur atau sifat keindahan dapat membuat manusia merasa baik, membuat atau menciptakan perasaan manusia menjadi lebih baik. Namun kebanyakan dari kita sering mengartikan keindahan sebagai sesuatu yang enak dan menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, keindahan tidak hanya bisa dilihat tetapi juga bisa dirasakan, yang artinya keindahan bukan hanya berupa berupa benda ataupun objek yang enak dilihat. Tetapi bisa juga berupa sesuatu yang menyangkut perasaan. Contohnya adalah kebersamaan. Kebersamaan yang dirasakan manusia terhadap lingkungan disekitarnya juga bisa menimbulkan perasaan yang indah.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Tuhan menciptakan manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Tuhan ciptakan manusia dengan keahlian dan kepandaian yang berbeda-beda pula. Semua itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat. coba bayangkan apabila kita hidup sendiri. Rasa saling membutuhkan telah mendorong manusia untuk saling berhubungan dan saling berinteraksi antar sesama, baik kepada sahabat maupun keluarga. Dengan kebersamaan manusia bisa mendapatkan sesuatu yang dibutuhkan. Contoh kecilnya adalah sebagai berikut : 
1.   Di dalam berjalannya rumah tangga, jelas tidak bisa berfikir sendiri dan merasa sendiri. 
2.  Di dalam berjalannya roda pemerintahan juga tidak bisa antara yang dipimpin dengan yang memimpin saling berfikir sendiri dan merasa sendiri-sendiri.
Kedua contoh tersebut menjadi bukti bagi kita akan pentingnya saling memahami Arti Kebersamaan, dan masih banyak lagi bentuk kehidupan Komunitas manusia yang dibagun tidak berdasarkan, berlandaskan Kebersamaan, pasti berakibat dan mengakibatkan kegagalan, kehancuran bagi komunitas tersebut.
Contoh lain dari indahnya dari kebersamaan adalah saat kita berkumpul dengan keluarga. Tentunya sangat menyenangkan jika kita bisa selalu berkumpul dan saling berbagi kepada keluarga kita. Namun bukan hanya kepada keluarga saja tapi juga kepada teman-teman dan lingkungan disekitar tanpa harus memandang suku, agama dan ras maupun latar belakang. Kesimpulanya betapa menyenangkan apabila setiap manusia bisa saling menghargai dan saling melengkapi karena itu merupakan suatu keindahan yang tidak ternilai harganya.
Ada sejumlah tantangan yang mereka hadapi. Mulai dari perselisihan dan perdebatan karena ada satu pemikiran yang tidak sama di antara mereka. Mereka terkadang tidak sama dalam mengambil satu keputusan. Ketidak samaan pandangan ini membuat ikatan kebersamaan ini sering terombang-ambing. Bahkan, hampir pudar dan berakhir begitu saja. Beruntung, Arman dan Nyoman berhasil mengatasi persoalan yang dihadapi timnnya.
Di tengah goncangan persoalan keretakan, karena satu anggota bernama Maman bergabung dengan tim lawan, tim masak Mimin dan Mumun ini bisa melewati kesulitan-kesulitan yang dihadapi timnya. Mereka berdua berhasil meyakinkan temannya yang berbalik arah akan satu kebersamaan. Bersama adalah bersatu. Bersatu dalam meraih cita-cita dan prestasi. Ternyata benar, kebersamaan yang kuat membuat agenda kerja lebih sempurna. mimin dan Mumun melaksanakan praktik memasak dalam satu even di sekolahnya dengan konsentrasi penuh. Tim memasak ini akhirnya berhasil meraih dan mempersembahkan yang terbaik bagi kelompok dan pihak-pihak yang mendukung atas suksesi perjalanan tim memasak ini.
Cerita ini memiliki kekuatan pesan moral dan sosial. Sebab, dalam kisah ini sejatinya pembaca diajak untuk menjaga hubungan baik di antara sesama saudara. Tindakan kurang mennyenangkan dan membuat orang lain tidak nyaman hendaknya bisa dihindari. Sebab, menjaga kenyamanan orang lain sama dengan memelihara kenyamanan diri sendiri.


Kebersamaan masyarakat dalam lingkungan RT/RW.
Keberhasilan Negara menciptakan harmoni kehidupan sosial yang baik di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari partispasi setiap warga di lingkungan tempat dimana ia tinggal. Namun keberhasilan setiap warga untuk menghadirkan indahnya kebersamaan di lingkungan mereka juga tidak mudah dilakukan bila jajaran pengurus di struktur RT/RW tidak berfungsi sebagai facilitator dan pelayan yang baik bagi masyarakatnya.
Para pengurus di lingkungan RT/RW diangkat dan dipilih secara langsung oleh warganya. Ini berbeda dengan pejabat yang berada di struktur Kelurahan/Desa dan Kecamatan yang bisa menjadi berstatus sebagai pegawai Negeri dan digaji oleh pemerintah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jabatan di struktur RT/RW yang paling dominan sesungguhnya adalah pelayanan sosial kemasyarakatan. Namun peran mereka sebagai pengurus pada level tersebut yang bersinggungan langsung dengan masyarakat menjadi sangat urgen membantu suksesnya kinerja pemerintah di Kelurahan/Desa dan Kecamatan, walau mereka tidak mendapatkan gaji memadai sebagai wakil pemerintah.
Fungsi pengurus di struktur RT/RW yang tampak sederhana dan terkesan kerja sosial. Namun bila peran tersebut dilakukan secara optimal disertai proses pendampingan dan arahan dari Kelurahan/Desa atau Kecamatan, maka kerja sederhana itu akan menciptakan keseimbangan sosial yang dahsyat. Karena disinilah sesungguhnya ujung tombak sukses membangun harmoni sosial yang mantap sekaligus sebagai ruang implementasi nilai-nilai budaya Timur yang saat ini mulai ditinggalkan; gotong royong, tolong-menolong, tenggang rasa, toleransi, hormat menghomati dan lain sebagainya. Pada prinsipnya adalah membangun kebersamaan yang indah untuk dinikmati oleh setiap warga.
Sebagai seorang warga yang tinggal di salah satu lingkungan RT/RW wilayahnya, kami ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada pejabat RT/RW yang hingga saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi dan perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tapi juga sebagai fasilitator berbagai kegiatan yang tumbuh subur di tengah masyarakat. Sejumlah bukti perlu kami kemukakan untuk memperkuat alasan tersebut:
Pertama: Mengikuti lomba Posyandu atau kelompok PKK sebagai wakil di tingkat kecamatan atau kabupaten.
Kedua: Memiliki taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hasil swadaya masyarakat.
Ketiga: Memiliki Paguyuban bersifat Sosial atau semacamnya (melalui iuran sukarela atau wajib) sebagai wadah sosial bagi setiap warga di lingkungan RW, dengan memberikan bantuan sosial berupa dana baik yang sakit dirawat maupun musibah kematian bagi keluarga sahibul musibah, sekaligus pengurusan jenazah hingga pemakaman.
Keempat: Mengikuti lomba ditingkat RW maupun Desa dan lomba lainnya guna meningkatkan SDM ataupun prestasi (seperti acara agustusan termasuk ajang kegiatan peringatan-peringatan semacam keagamaan).
Kelima: Sebagai RT/RW Siaga yang bertugas melakukan pencatatan data penduduk, pelayanan administrasi, pendataan inventaris kepemilikan seperti kendaraan, dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara kerja bhakti bergotong royong.
Inilah sejumlah kegiatan yang tumbuh subur di RT/RW dilingkungannya, yang kesemuanya dapat berjalan dengan sangat baik karena dukungan tanpa pamrih para pengurus di struktur RT/RW yang saling bahu membahu menciptakan kebersamaan.
Karena kebersamaan itu ternyata indah, maka jangan biarkan ia berlalu!
Keberhasilan Negara menciptakan harmoni kehidupan social yang baik di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari partispasi setiap warga di lingkungan tempat dimana ia tinggal. Namun keberhasilan setiap warga untuk menghadirkan indahnya kebersamaan di lingkungan mereka juga tidak mudah dilakukan bila jajaran pengurus di struktur RT/RW tidak berfungsi sebagai facilitator dan pelayan yang baik bagi masyarakatnya.

Para pengurus di lingkungan RT/RW diangkat dan dipilih secara langsung oleh warganya. Ini berbeda dengan pejabat yang berada di struktur Kelurahan dan Kecamatan yang berstatus sebagai pegawai Negeri dan digaji oleh pemerintah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jabatan di struktur RT/RW yang paling dominan sesungguhnya adalah pelayanan sosial kemasyarakatan. Namun peran mereka sebagai pengurus pada level tersebut yang bersinggungan langsung dengan masyarakat menjadi sangat urgen membantu suksesnya kinerja pemerintah di Kelurahan dan Kecamatan, walau mereka tidak mendapatkan gaji memadai sebagai wakil pemerintah.
Fungsi pengurus di struktur RT/RW yang tampak sederhana dan terkesan kerja sosial. Namun bila peran tersebut dilakukan secara optimal disertai proses pendampingan dan arahan dari Kelurahan/Desa atau Kecamatan, maka kerja sederhana itu akan menciptakan keseimbangan sosial yang dahsyat. Karena disinilah sesungguhnya ujung tombak sukses membangun harmoni sosial yang mantap sekaligus sebagai ruang implementasi nilai-nilai budaya Timur yang saat ini mulai ditinggalkan; gotong royong, tolong-menolong, tenggang rasa, toleransi, hormat menghomati dan lain sebagainya. Pada prinsipnya adalah membangun kebersamaan yang indah untuk dinikmati oleh setiap warga.
Sebagai seorang warga yang tinggal di salah satu lingkungan RT/RW wilayahnya, kami ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada pejabat RT/RW yang hingga saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi dan perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tapi juga sebagai fasilitator berbagai kegiatan yang tumbuh subur di tengah masyarakat. Sejumlah bukti perlu kami kemukakan untuk memperkuat alasan tersebut:
Pertama: Mengikuti lomba Posyandu atau kelompok PKK sebagai wakil di tingkat kecamatan atau kabupaten.
Kedua: Memiliki taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hasil swadaya masyarakat.
Ketiga: Memiliki Paguyuban bersifat Sosial atau semacamnya (melalui iuran sukarela atau wajib) sebagai wadah sosial bagi setiap warga di lingkungan RW, dengan memberikan bantuan sosial berupa dana baik yang sakit dirawat maupun musibah kematian bagi keluarga sahibul musibah, sekaligus pengurusan jenazah hingga pemakaman.
Keempat: Mengikuti lomba ditingkat RW maupun Desa dan lomba lainnya (seperti acara agustusan dan peringatan-peringatan semacam keagamaan).
Kelima: Sebagai RT. RW. Siaga yang bertugas melakukan pencatatan data penduduk, pelayanan administrasi, pendataan kendaraan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara kerjabhakti bergotong royong.
Inilah sejumlah kegiatan yang tumbuh subur di RT/RW dilingkungannya, yang kesemuanya dapat berjalan dengan sangat baik karena dukungan tanpa pamrih para pengurus di struktur RT/RW yang saling bahu membahu menciptakan kebersamaan.  
Karena kebersamaan itu ternyata indah,
maka jangan biarkan ia berlalu! 
































Wednesday, 3 August 2016

Geguritan Jawa

Katresnan
Katresnan iku geguritaning urip sejati
Pepadange sakjroning pepeteng
Biso digawe nanging ora biso digawe-gawe

Katresnan iku kasunyatan ngedohi tumindak dudu

Kayadene: drengki, srei, dahwen lan pati open

Katresnan iku larang regane ora biso dituku
Lan ditiru sarana bandha donya lan raja brana
liyane, jalaran toh-tohane Nyawa

Katresnan iku dalan kang tumuju marang bebener
kebak deneng rasa lan pepadhang
lila lan legawa lair tumusing bathin
kaya dene gegodhongan kang gogrok saka uwit
ora ngarep-arep bakal baline
melu ngrasakake panandhanging liyan 

Katresnan iku ora mbedak-bedakakeh
Cendhek duwuring pangkat
Asor Luhuring Drajat
Lan gegebengane urip kang rinasuk
ananing mung welas lan asih
suka pitulung marang sapa bae 

Katresnan iku prayata umur tuwa, dudu umur dawa
urip tanpo cacar ing ngarsane Pangeran
Sing nguasai pati lan urip ...




SINOM
Tembang sinom pangeran katon
Nyangking rina wengi mbabar lelakon
Rikolo bayi banyu gege wus keprabon
Najan gede nanging jiwa isih enom
Bedane wus ora turu nang pangkon
Pindo lakune dina mangulon
Satindake dadi lakon
Satindake dadi pitakon
Ywa nganti luput dadi layon.
Sinom: Si-enom, nom-noman, remaja 

Terjemah:
Nyanyian Remaja bagai penampakan sang pangeran
Membawa siang malam, membuka cita-citanya
Di saat bayi dimandikan dan menjadi remaja
Meskipun besar jasmaninya tetapi jiwanya masih muda
Yang membedakan, tidurnya tidak lagi dipangkuan
Seperti hari-hari berjalan ke arah barat
Setiap tindakannya menjadi lakon
Setiap tindakannya menjadi pertanyaan
Jika tidak hati-hati dapat tidak tertolong
.