Kebersamaan
dalam relasi sosial adalah sesuatu yang indah. Kebersamaan akan menata
kehidupan menjadi lebih baik. Kehidupan yang dipenuhi dengan nuansa dan romansa
persaudaraan akan terasa lebih familiar dan nyaman. Hubungan baik di antara
satu pihak dengan pihak lain dalam kawasan persaudaraan tersebut bisa berjalan
seiring meski tak harus digiring.
Nilai
kebersamaan tidak bisa ditukar dengan apapun. Kebersamaan ini lahir dari
kesadaran pribadi dan menjalar kepada kesadaran kolektif. Semua orang memiliki
hak dan porsi yang sama dalam menata karakter kebersamaan.
Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk kepada
sesuatu yang indah di mana manusia mengekspresikan perasaan indah tersebut
melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum
oleh masyarakat. Keindahan dapat terdapat pada semua elemen seperti keindahan
alam, Keindahan Seni Visual, Suara ataupun Keindahan Manusia. Unsur atau sifat
keindahan dapat membuat manusia merasa baik, membuat atau menciptakan perasaan
manusia menjadi lebih baik. Namun kebanyakan dari kita sering mengartikan keindahan
sebagai sesuatu yang enak dan menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan.
Seperti yang sudah disebutkan diatas, keindahan tidak
hanya bisa dilihat tetapi juga bisa dirasakan, yang artinya keindahan bukan
hanya berupa berupa benda ataupun objek yang enak dilihat. Tetapi bisa juga
berupa sesuatu yang menyangkut perasaan. Contohnya adalah kebersamaan.
Kebersamaan yang dirasakan manusia terhadap lingkungan disekitarnya juga bisa
menimbulkan perasaan yang indah.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup
sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya. Tuhan menciptakan
manusia beraneka ragam dan berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada
yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Tuhan
ciptakan manusia dengan keahlian dan kepandaian yang berbeda-beda pula. Semua
itu adalah dalam rangka saling memberi dan saling mengambil manfaat. coba
bayangkan apabila kita hidup sendiri. Rasa saling membutuhkan telah mendorong
manusia untuk saling berhubungan dan saling berinteraksi antar sesama, baik
kepada sahabat maupun keluarga. Dengan kebersamaan manusia bisa mendapatkan
sesuatu yang dibutuhkan. Contoh kecilnya adalah sebagai berikut :
1. Di dalam berjalannya rumah tangga, jelas tidak bisa berfikir sendiri dan merasa sendiri.
2. Di dalam berjalannya roda pemerintahan juga tidak bisa antara yang dipimpin dengan yang memimpin saling berfikir sendiri dan merasa sendiri-sendiri.
1. Di dalam berjalannya rumah tangga, jelas tidak bisa berfikir sendiri dan merasa sendiri.
2. Di dalam berjalannya roda pemerintahan juga tidak bisa antara yang dipimpin dengan yang memimpin saling berfikir sendiri dan merasa sendiri-sendiri.
Kedua contoh tersebut menjadi bukti bagi kita akan
pentingnya saling memahami Arti Kebersamaan, dan masih banyak lagi bentuk
kehidupan Komunitas manusia yang dibagun tidak berdasarkan, berlandaskan
Kebersamaan, pasti berakibat dan mengakibatkan kegagalan, kehancuran bagi komunitas tersebut.
Contoh lain dari indahnya dari kebersamaan adalah saat
kita berkumpul dengan keluarga. Tentunya sangat menyenangkan jika kita bisa
selalu berkumpul dan saling berbagi kepada keluarga kita. Namun bukan hanya
kepada keluarga saja tapi juga kepada teman-teman dan lingkungan disekitar
tanpa harus memandang suku, agama dan ras maupun latar belakang. Kesimpulanya
betapa menyenangkan apabila setiap manusia bisa saling menghargai dan saling
melengkapi karena itu merupakan suatu keindahan yang tidak ternilai harganya.
Ada sejumlah
tantangan yang mereka hadapi. Mulai dari perselisihan dan perdebatan karena ada
satu pemikiran yang tidak sama di antara mereka. Mereka terkadang tidak sama
dalam mengambil satu keputusan. Ketidak samaan pandangan ini membuat ikatan
kebersamaan ini sering terombang-ambing. Bahkan, hampir pudar dan berakhir
begitu saja. Beruntung, Arman dan Nyoman berhasil mengatasi persoalan yang
dihadapi timnnya.
Di tengah goncangan persoalan keretakan, karena satu anggota bernama Maman
bergabung dengan tim lawan, tim masak Mimin dan Mumun ini bisa melewati
kesulitan-kesulitan yang dihadapi timnya. Mereka berdua berhasil meyakinkan
temannya yang berbalik arah akan satu kebersamaan. Bersama adalah bersatu.
Bersatu dalam meraih cita-cita dan prestasi. Ternyata benar, kebersamaan yang
kuat membuat agenda kerja lebih sempurna. mimin dan Mumun melaksanakan praktik
memasak dalam satu even di sekolahnya dengan konsentrasi penuh. Tim memasak ini
akhirnya berhasil meraih dan mempersembahkan yang terbaik bagi kelompok dan
pihak-pihak yang mendukung atas suksesi perjalanan tim memasak ini.
Cerita ini memiliki kekuatan pesan moral dan sosial. Sebab, dalam kisah ini
sejatinya pembaca diajak untuk menjaga hubungan baik di antara sesama saudara.
Tindakan kurang mennyenangkan dan membuat orang lain tidak nyaman hendaknya bisa
dihindari. Sebab, menjaga kenyamanan orang lain sama dengan memelihara
kenyamanan diri sendiri.
Kebersamaan
masyarakat dalam lingkungan RT/RW.
Keberhasilan Negara menciptakan harmoni kehidupan sosial
yang baik di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari partispasi setiap
warga di lingkungan tempat dimana ia tinggal. Namun keberhasilan setiap warga
untuk menghadirkan indahnya kebersamaan di lingkungan mereka juga tidak mudah
dilakukan bila jajaran pengurus di struktur RT/RW tidak berfungsi sebagai
facilitator dan pelayan yang baik bagi masyarakatnya.
Para pengurus di lingkungan RT/RW diangkat dan dipilih
secara langsung oleh warganya. Ini berbeda dengan pejabat yang berada di
struktur Kelurahan/Desa dan Kecamatan yang bisa menjadi berstatus sebagai
pegawai Negeri dan digaji oleh pemerintah. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa jabatan di struktur RT/RW yang paling dominan sesungguhnya adalah
pelayanan sosial kemasyarakatan. Namun peran mereka sebagai pengurus pada level
tersebut yang bersinggungan langsung dengan masyarakat menjadi sangat urgen
membantu suksesnya kinerja pemerintah di Kelurahan/Desa dan Kecamatan, walau
mereka tidak mendapatkan gaji memadai sebagai wakil pemerintah.
Fungsi pengurus di struktur RT/RW yang tampak
sederhana dan terkesan kerja sosial. Namun bila peran tersebut dilakukan secara
optimal disertai proses pendampingan dan arahan dari Kelurahan/Desa atau
Kecamatan, maka kerja sederhana itu akan menciptakan keseimbangan sosial yang
dahsyat. Karena disinilah sesungguhnya ujung tombak sukses membangun harmoni
sosial yang mantap sekaligus sebagai ruang implementasi nilai-nilai budaya
Timur yang saat ini mulai ditinggalkan; gotong royong, tolong-menolong,
tenggang rasa, toleransi, hormat menghomati dan lain sebagainya. Pada prinsipnya
adalah membangun kebersamaan yang indah untuk dinikmati oleh setiap warga.
Sebagai seorang warga yang tinggal di salah satu
lingkungan RT/RW wilayahnya, kami ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada
pejabat RT/RW yang hingga saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi dan
perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tapi juga sebagai fasilitator
berbagai kegiatan yang tumbuh subur di tengah masyarakat. Sejumlah bukti perlu
kami kemukakan untuk memperkuat alasan tersebut:
Pertama: Mengikuti lomba Posyandu atau kelompok PKK sebagai
wakil di tingkat kecamatan
atau kabupaten.
Kedua: Memiliki taman
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hasil swadaya masyarakat.
Ketiga: Memiliki
Paguyuban bersifat
Sosial atau semacamnya (melalui iuran sukarela atau wajib) sebagai wadah
sosial bagi setiap warga di lingkungan RW, dengan memberikan bantuan sosial
berupa dana baik yang
sakit dirawat maupun musibah kematian bagi keluarga sahibul
musibah, sekaligus pengurusan jenazah hingga pemakaman.
Keempat: Mengikuti lomba ditingkat RW maupun Desa dan lomba
lainnya guna meningkatkan SDM ataupun prestasi (seperti acara agustusan
termasuk ajang kegiatan peringatan-peringatan semacam keagamaan).
Kelima: Sebagai RT/RW Siaga yang
bertugas melakukan pencatatan data penduduk, pelayanan administrasi, pendataan inventaris kepemilikan seperti kendaraan, dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara kerja bhakti bergotong
royong.
Inilah sejumlah kegiatan yang
tumbuh subur di RT/RW dilingkungannya, yang kesemuanya dapat berjalan dengan sangat baik karena dukungan tanpa
pamrih para pengurus di struktur RT/RW yang saling bahu membahu menciptakan
kebersamaan.
Karena kebersamaan itu ternyata indah, maka jangan biarkan ia berlalu!
Para
pengurus di lingkungan RT/RW diangkat dan dipilih secara langsung oleh warganya.
Ini berbeda dengan pejabat yang berada di struktur Kelurahan dan Kecamatan yang
berstatus sebagai pegawai Negeri dan digaji oleh pemerintah. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa jabatan di struktur RT/RW yang paling dominan
sesungguhnya adalah pelayanan sosial kemasyarakatan. Namun peran mereka sebagai
pengurus pada level tersebut yang bersinggungan langsung dengan masyarakat
menjadi sangat urgen membantu suksesnya kinerja pemerintah di Kelurahan dan
Kecamatan, walau mereka tidak mendapatkan gaji memadai sebagai wakil
pemerintah.
Fungsi
pengurus di struktur RT/RW yang tampak sederhana dan terkesan kerja sosial.
Namun bila peran tersebut dilakukan secara optimal disertai proses pendampingan
dan arahan dari Kelurahan/Desa atau Kecamatan, maka kerja sederhana itu akan
menciptakan keseimbangan sosial yang dahsyat. Karena disinilah sesungguhnya
ujung tombak sukses membangun harmoni sosial yang mantap sekaligus sebagai
ruang implementasi nilai-nilai budaya Timur yang saat ini mulai ditinggalkan;
gotong royong, tolong-menolong, tenggang rasa, toleransi, hormat menghomati dan
lain sebagainya. Pada prinsipnya adalah membangun kebersamaan yang indah untuk
dinikmati oleh setiap warga.
Sebagai
seorang warga yang tinggal di salah satu lingkungan RT/RW wilayahnya, kami
ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada pejabat RT/RW yang hingga saat
ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi dan perannya sebagai perpanjangan
tangan pemerintah, tapi juga sebagai fasilitator berbagai kegiatan yang tumbuh
subur di tengah masyarakat. Sejumlah bukti perlu kami kemukakan untuk
memperkuat alasan tersebut:
Pertama: Mengikuti lomba Posyandu atau
kelompok PKK sebagai wakil di tingkat kecamatan atau kabupaten.
Kedua: Memiliki taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hasil swadaya masyarakat.
Ketiga: Memiliki Paguyuban bersifat
Sosial atau semacamnya (melalui iuran sukarela atau wajib) sebagai wadah
sosial bagi setiap warga di lingkungan RW, dengan memberikan bantuan sosial
berupa dana baik yang
sakit dirawat maupun musibah kematian bagi keluarga sahibul
musibah, sekaligus pengurusan jenazah hingga pemakaman.
Keempat: Mengikuti lomba ditingkat
RW maupun Desa dan lomba lainnya (seperti acara agustusan dan
peringatan-peringatan semacam keagamaan).
Kelima: Sebagai RT. RW. Siaga yang bertugas melakukan pencatatan data penduduk, pelayanan administrasi, pendataan kendaraan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara kerjabhakti bergotong
royong.
Inilah sejumlah kegiatan yang tumbuh subur di RT/RW dilingkungannya, yang
kesemuanya dapat berjalan dengan sangat baik karena dukungan tanpa pamrih para
pengurus di struktur RT/RW yang saling bahu membahu menciptakan kebersamaan.
Karena kebersamaan itu ternyata indah,
maka jangan biarkan ia berlalu!
maka jangan biarkan ia berlalu!












