Sunday, 22 January 2017

bersedekah setiap hari.

“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat”.
Salah satu di antara keduanya berdo’a:Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,
sedangkan yang satu lagi berdo’a Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)
SEDEKAH tidak perlu menunggu harta mencapai cukup nishab atau menunggu banyak harta.
Dianjurkan untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron {3}: 134).
Memperbanyak Ibadah dan Kebajikan.
Mari turut berpartisipasi memproduksi berjuta kebaikan, Jangan puas hanya melaksanakan yang wajib. Shalat Fardhu jangan dilalaikan, lengkapi dengan shalat sunnah, ada shalat rawatib, shalat malam, shalat dhuha dan lainnya.
Puasa Ramadhan kita laksanakan, puasa sunnah kita kerjakan semampu kita, ada puasa 6 hari di bulan syawal, puasa 3 hari setiap bulan, puasa senin dan kamis, dll.
Bersihkan harta dengan mengeluarkan zakat, tumbuh suburkan harta anda agar lebih berkah dan semakin berkembang sehingga dapat memberikan manfaat lebih banyak dengan menginfaqkannya di jalan Allah niscaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik, jika di dunia belum ada ganti di akhirat kita menyesal, mengapa tidak menginfaqkannya lebih banyak lagi.
Tolong-Menolong.
Tiada ada manusia yang dapat hidup berdiri sendiri, tanpa memerlukan bantuan orang lain walaupun setinggi apapun jabatan yang dimilikinya dan sekaya apapun harta yang dipunyainya. Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Oleh karena itu Islam sangat menganjurkan kepada umatnya agar saling tolong-menolong dengan sesama, baik berupa materi, tenaga atau pikiran (ilmu).
Kerja Keras.
Di dunia ini tidak ada kesuksesan tanpa adanya usaha, tidak ada yang bersifat bim salabim, hanya dengan membalikan telapak tangan, semuanya harus melalui proses sebab akibat dan itu merupakan sunnatullah. Kesuksesan dapat diraih dengan cara berusaha dan bekerja keras. Karena sesungguhnya Allah SWT menyukai hambanya yang mau bersungguh-sungguh dalam mengerjakan segala amal kebaikan.
Kesimpulan
Alangkah indahnya sifat-sifat diatas dimiliki dan dilaksanakan oleh masyarakat kita. Sehingga sangat berharap untuk kemudian menjadi masyarakat yang Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur, masyarakat (bangsa) yang “Ter” baik bagi warganya (dan keluarga) atau dalam  istilah pewayangan menjadi yang “panjang punjung wukir pasir gemah ripah loh jinawi toto tentrem karto raharjo tebih saking laku cudro rumagang ing gawe saiyek saiko yekti”.
Apabila Kita Mendo’akan orang lain, maka akan hadir bersama “Malaikat” yang akan mendo’akan “do’a yang sama pula untuk kita . . . .
“Innallaha thayyibun la yaqbalu illa thayyiban.” (Allah adalah baik dan hanya menerima dari yang baik ).
Nabi Muhammad SAW:
Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Allah melihat hati dan amal kalian”.
 
Wallahu a’lam bishawab.


google: blogspot tutur tinular